Monday, 30 March 2015

About AFS (Part 1)

Hi, chaps!

     Yeah, it took me so long to write this post. I am so busy this semester. I mean, busy as hell. Tapi, karena udah lelah sama kehidupan perkuliahan (baca: Grammar), akhirnya aku sempetin buat ngisi blog ini lagi. Nah, seperti yang aku janjiin (di sini), aku mau nulis tentang pengalaman ikut seleksi beasiswa AFS.

     Semua berawal dari keinginanku untuk ke luar negeri sejak masih TK ceilah. I was obsessed with Hollywood movies, songs, etc. Apalagi, pas SD kelas 6 aku baca tetralogi Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata itu. Bukan main, keinginan buat ke luar negeri langsung menjadi-jadi. Maka, sejak SMP, aku mulai search beasiswa-beasiswa gitu. Dan…………. *drumroll* ketemulah sama yang namanya AFS! Buat yang ndak ngerti AFS itu apa, baca disini. Sayangnya, AFS itu cuma bisa diikuti oleh siswa kelas X SMA. Akhirnya, dengan sabar ku menunggu hingga ku beranjak dewasa.

     Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 2013, ketika udah kelas X, ada pengumuman kalo kakak kelasku ada yang diterima di Kizuna (salah satu program AFS tapi cuma sebulan ke Jepang). Wah, langsung lah termotivasi buat ikut juga. Ndak lama setelah berita itu menyebar, AFS ini ngadain Open House buat menjaring peserta-peserta baru. Tentu saja aku datang (sendiri, maklum jomblo) dan ikutin sosialisasinya. Setelah baca persyaratan-persyaratannya, without hesitation, I bought the PIN for IDR 50.000. Jadi, waktu itu (dan sampe tahun ini) sistemnya pake online. Setelah beli PIN, aku aktifin di websitenya di seleksi.bina-antarbudaya.co.id. Kalo udah aktif, aku harus bikin akun kayak di jejaring-jejaring sosial gitu. TARA! Masuklah ke form pendaftaran yang mbulet banget. Di form pendaftaran itu, aku harus ngisi personal identity, such as name, school information, etc. Setelah selesai dan submit, diprint tanda peserta dan pergi ke kantor AFS Chapter Malang buat verifikasi dan ngumpulin surat ijin orangtua. (tiap tahun berbeda-beda peraturan dan kebijakannya, silahkan baca sendiri di ybachaptermalang.blogspot.com).

     Sampailah pada tahap 1 tanggal 28 April 2013 bertempatkan di STIE Malang Kucecwara Blimbing. Menurut info dan blog-blog returnee yang kubaca sebelumnya, tes tahap 1 ini adalah tes tulis. I was nervous as hell. Dan waktu itu aku sakit, badanku panas gak karuan. SHOOT! Menurut pengumuman, tesnya bakal diadakan mulai jam 08.00 AM. Jadi, aku berangkat jam 07.00 biar ndak telat *pakejakettebel *srot. Sampe disana, ternyata udah agak rame dan lebih mengejutkan lagi, mereka semua pada konsentrasi baca buku. Ada yang baca RPUL, Kamus Bahasa Inggris, kumpulan rumus, sama kumpulan resep *yanginibercanda. Tapi serius, mereka pada belajar. Lah ane? Semalem aja main Harvest Moon-_-

     Tes tulis pun dimulai pukul 08.30. Aku masuk ke sebuah ruangan di ujung hall. Kertas soal pengetahuan umum dibagikan. It’s time to work! Kalo aku inget-inget, tes ini isinya ya literally pengetahuan umum. Buat contoh aja, dulu ada soal kayak gini: “Manakah negara di bawah ini yang tidak termasuk pendiri ASEAN?”, atau “Negara apakah yang dijuluki blahblahblah?". Ada juga yang “Siapakah yang memerankan X dalam film X?”. Meskipun pilihan ganda, jawabannya rada menjebak. But everything was okay, secara aku emang suka update berita-berita terkini di Internet *ceilah. Aku lupa sih jumlah soalnya ada berapa. Pokoknya, saranku adalah perbanyak baca koran, latest issues on the Internet, atau simply buka Twitter. Ini serius, karena pertanyaan-pertanyaannya banyak yang menanyakan kejadian-kejadian yang lagi hot di sosmed.

     Setelah pengetahuan umum selesai, dilanjutkan lagi tesnya dengan membuat esai! Jadi, semua peserta dikasih selembar kertas folio bergaris dan selembar kertas soal. Di dalam kertas soal, ada 3 kasus yang harus kamu pilih salah satunya sebagai topik esai kamu. Seingetku, dulu aku nulis tentang apa yang akan aku lakukan kalo jadi presiden. Kalo ndak salah lho ya hehehe. Aku kerjainnya lancar-lancar aja mantap jaya kok. Tips dari saya, kalo nulis esai itu kudu runtut. Jadi, di awal esai kamu harus bikin sebuah paragraf berisi generalisation. Habis itu, jelasin masalah-masalahnya. Dari masalah-masalah yang udah kamu tulis, bikin solusinya. Lalu jelasin satu-satu tentang solusi yang udah kamu tulis. Di akhir esay, bikin concluding paragraph. INGAT! JANGAN BERBELIT-BELIT! Tulis seefektif dan seringkas mungkin, tetapi yakinkan kalo tulisanmu berisi.

Selesai deh! Waktunya pulang dan leyeh-leyeh(?)

Setelah menunggu sekitar 2 minggu, aku buka blognya Binabud, dan menemukan ini (nomor 17):



So, that’s the end of the first AFS selection test. I’ll come back to you with my second and third test experience! Soon! x

Thursday, 8 January 2015

[FOOD REVIEW] Bingsoo

     Hai! Lama nggak ketemu ya! Lagi males nulis sih akhir-akhir ini jadinya jarang nge-post hehehe. Sedang nggak ada inspirasi buat menulis juga. Tapi setelah ini, gue bakal berusaha buat update blog sesering mungkin kok:D

     By the way, udah lama nggak nulis food review nih:D So, I am going to do it in this post!



     Nah, akhir-akhir ini di Malang lagi menjamur yang namanya restoran-restoran Korea gitu. Ada Kirin, Kedai Seasoning, Aventree, Masitta Café, dan Dak Galbi. Hampir semuanya udah gue coba dan rata-rata cocok sama lidah. Cuma kurang cocok aja sama dompet haha *bikinorigamidaridompet. Tapi, ada satu restoran yang belum gue coba, soalnya emang baru buka. Namanya BINGSOO! Para penggemar drama dan variety show Korea pasti tau kalo Bingsoo itu artinya es. Restoran ini terletak di Jl. Bendungan Sutami no. 74. Gampang kok nemuinnya soalnya ada tulisan “BINGSOO” gede di atas rukonya. Pada hari diresmikannya Bingsoo ini, mereka ngadain promo bagi-bagi 1000 Patbingsu (es kacang merah) gratis! Huwooooo siapa yang nggak tertarik coba? Apalagi anak kos-kosan. Tapi gue gak berangkat di hari pembukaannya dengan pertimbangan kalo itu pasti rame dan lama. Maka, gue nyobain ke sana tanggal 30 Desember 2014 bareng temen-temen SMA dulu, maksudnya sambil reunian gitu men. Pas banget soalnya hari itu lagi panas banget dan perut juga laper. Berangkatlah kami berdelapan kesana dengan duit pas-pasan. Maklumlah anak kuliahan-_- Sampe disana, ternyata tempatnya nggak terlalu besar coy, tapi tetep nyaman kok kalo kesana rame-rame bareng temen. Tempat masak dan bikin esnya juga bisa langsung dilihat sama pengunjung. Dindingnya dipenuhi sama hiasan-hiasan sehingga nggak kelihatan membosankan.





Gue pun duduk dan disamperin sama mbak-mbak cakep yang membawa menu. Nih menunya:


     Awalnya gue kaget, soalnya harga esnya sekitar 12k sampe 17k gitu. Masak sih es campur aja harganya segitu?-_- Mending gue beli nasi padang aja 10k dapet banyak + minum-_- Akhirnya gue memesan Ramyeon (14k) dan Ramen Hwachae (12k). Temen-temen gue pada mesen Patbingsoo dengan rasa beda-beda (Vanilla, Green Tea, Chocolate).

     After a couple of minutes, salah satu pesanan datang. Gue seneng soalnya pelayanannya cepet banget, mbak-mbaknya juga ramah. Yang pertama dateng adalah Ramen Hwachae punya gue. Eh, jangan salah sangka yaaa, Ramen Hwachae ini bukan literally mie ramen, tapi es campur buah yang dibentuk mirip sama Ramen! Jadi, didalemnya berisi Noodle Jelly, Trus Egg Jelly, sama buah-buahan yang diiris kotak-kotak. Buah-buahannya macem macem, ada melon, semangka, kiwi, dll. (gue lupa). Kuahnya dari jus semangka (if I am not mistaken). Dari bentuknya aja udah menggoda selera. Gue coba satu seruput. SEGER MEN! Coba lagi satu seruput. ADEM! Gue cobain buah-buahan sama Noodle Jelly-nya. SURGA DUNIA. Perpaduan rasa semua buah-buahannya cihuy, nggak ada yang terlalu kecut, atau manis. Everything was combined perfectly. Maka, gue gak minum banyak-banyak, biar nggak kekenyangan duluan.



     Nggak lama kemudian, datanglah para(?) Patbingsoo berbagai rasa. Bentuknya juga menggugah selera, semuanya tertata rapi diatas piring.


     Seperti yang bisa dilihat pada gambar diatas, ada es krim di tengah (dibawah es krimnya ada kacang merah), dengan berbagai macam buah-buahan ditata di pinggirnya, dan taburan cornflakes serta marshmellow diatasnya. Yum! Seinget gue, buah-buahannya lebih banyak daripada Ramen Hwachae. Ada mangga, kiwi, pisang, semangka, strawberry, melon. Semua es krimnya menurut gue pas. Yang paling enak menurut gue adalah yang green tea, secara gue emang suka green tea. Rasanya adem dan bikin rileks hehehe. Kayak Ramen Hwachae, perpaduan buah-buahannya pas. Rasa manis dari kacang merah di bawah es krimnya membuat es ini tambah sempurna. Perfecto!

     Akhirnya, datanglah Ramyeon yang masih mengepulkan asapnya wkwk. Mereka disajikan di dalam mangkok yang berbentuk seperti panci, menambahkan sensasi Korea-Koreaan. Struktur mienya terlihat mirip mie gelas(?). Kuahnya yang merah sangat menggoda para penyuka makanan pedas. Ditambah potongan telur rebus, selada, dan nori di atasnya. Kalau kalian nggak bisa pake sumpit, mereka juga menyediakan sendok kok:D Setelah kami coba, ternyata Ramyeonnya enak dan PEDES. BANGET. Isinya juga banyak dan bikin kenyang. Nggak kalah kok sama kedai-kedai ramen lainnya di Malang.



     Kesimpulan: Menurut gue, Bingsoo ini adalah tempat makan buat anak muda, terutama K-lovers, yang sangat asik dan cihuy. Tempatnya nyaman dan enak buat chilling bareng temen-temen. Pelayanannya sangat memuaskan. Harganya memang sedikit lebih mahal daripada es-es campur yang biasanya, tapi tentu saja rasanya juga lebih enak dari es-es biasa. Sangat recommended.

Kalian bisa coba stalk twitternya di twitter.com/BINGSOOMLG.

Sekian food review dari saya tentang Bingsoo Malang! Selamat mencoba, hope you like it!:))

Saturday, 15 November 2014

Heteromoni 2014: Adhitia Sofyan and Endah & Rhesa

     Haiiiiiii!!!!!!!!! Lama tak bersuaaa! Sorry yaaaah lama gak posting, soalnya banyak kesibukan gitu. Maklum lah, maba coy-_- Masih ada Intensive Course (which makes me go to campus in the morning and go home late), ditambah latihan ini itu_-_

     Oke, stop curhatnya. Kali ini, gue mau cerita nih. Kemarin, tanggal 14 November 2014 gue dateng ke konser Heteromoni FISIP UB di UMM Dome. Heteromoni stands for Heterogen Harmoni, yaitu sebuah acara launching album kompilasi homeband FISIP UB. Jadi, masing-masing band anak FISIP UB itu bikin single, trus dijadiin satu di sebuah album.


     Tapi, bukan itu yang menarik perhatian gue buat datang ke konser, bro. Gue gaktau satupun nama bandnya anak FISIP malah hehehe. Yang bikin gue dateng adalah Guest Starnya. Guess who was the guests! They are……………….ADHITIA SOFYAN AND ENDAH & RHESA! YAHOOOOOOO! Pertama kali denger ada konser itu, gue langsung berangkat beli tiketnya. Cuma 30k broooooooh!


     That was the first time for Adhitia Sofyan to go to Malang. Gue gak terlalu tertarik sama Endah & Rhesa sih, soalnya cuma tau 1 lagunya (hehehe) dan rada gak cocok sama selera musik gue. Gue udah dengerin Adhitia Sofyan sejak kelas 1 SMA. Waktu itu nonton filmnya Raditya Dika (Kambing Jantan) dan soundtracknya asik banget. Tenang dan damai gitu coy. So, I looked it up on Google and found out that the title is ‘Adelaide Sky’ by Adhitia Sofyan. Gue download lagunya dan caritahu tentang si vokalis bersuara emas tersebut *ceilah. Ternyata dia nge-share lagu-lagunya secara gratis di wordpress miliknya sendiri. Salut! Dan semua lagunya adalah ciptaan dia sendiri._.

     Maka, gue cabut ke Dome UMM yang teramat jauh dari rumah gue demi Adhitia Sofyan. Bermodal tiket dan uang duarebu buat parkir, gue masuk. Dateng sendirian (gue lebih suka dateng ke concert sendirian biar bisa menikmati. Bukan karena jomblo hehe) jam 19.00 dan……………………………sepi. Banget. Jumlah penontonnya bisa dihitung kok. Gaksampe 30._. Gue seneng bangeeeet, soalnya ntar pas GS gak terlalu rame hehehe. Konsernya menampilkan homeband UB (of course!) gitu. Ada beberapa yang cihuy banget, dan ada juga yang nggak cihuy banget(?).

     Tiba lah saat yang ditunggu tunggu! Yap, Guest Star! Adhitia Sofyan! Yang masuk pertama adalah gitarnya. Kalo gak salah sih Cole Clark gitu, kayunya mulus. Dan gue cuma bisa melongo, saking keren gitarnya. I knew, it is a really good guitar. Then, the MCs asked us to chant Adhitia Sofyan’s name. Suddenly, Dome berasa full dengan manusia gitu-_- Lalu, masuklah bassis, pianis dan drummer. Si drummer mirip sama drummernya RAN pas ke Malang (later then, I found that they are the same person-_- namanya Rio). Masuklah si Adhitia memakai kemeja warna merah kotak-kotak sambil melambaikan tangannya, YAAAAAAAY! Ternyata cakep juga tuh orangnya hahaha. Dia ambil gitarnya dan…………JRENG! Suara gitarnya oke banget, menggema ke setiap sudut Dome (padahal Dome gaada sudutnya. Dome berbentuk bulat hehehe). Dia menyanyikan lagunya yang berjudul ‘Blue Sky Collapse’. Sumpah eargasm banget, suasananya langsung adem dan penonton sang along with him. Ditambah alunan piano yang jazzy banget. Si bassis pun gak kalah asik, gaada yang meleset dan bikin kita merinding sama skillnya. Apalagi ada drummer yang kasih beat-beat cihuy, jadinya senyam senyum terus pas konser. Tone colour si Adhitia pun smooooooooooooooth banget, dan chordnya bagi gue gak lazim-_- Setelah satu lagu selesai, tepuk tangan penonton terdengar keras banget. Trus dia ngomong-ngomong terimakasih dan say hello. Ia lanjutkan nyanyi ‘In to You’ yang diakhiri dengan tepuk tangan dari penonton lagi. Dia kembali memetik gitarnya, melantunkan ‘After the Rain’ yang pas banget, karena Malang baru aja diguyur hujanJ Trus dia lanjutkan sama lagu ‘Memilihmu’. Lagu ini berasa ngena banget di hati, bercerita tentang seorang cowok yang gak mungkin ngedapetin cewek yang amat diinginkannya. Trus Adhitia nyanyiin ‘Forget Jakarta’, beatnya dirancakin jadi asik dan pingin joget hehehe. Dan…………….ia akhiri dengan ‘Adelaide Sky’! Huwooooo, penonton langsung teriak heboh, kebanyakan sih cewek hahaha. Lagunya sungguh menenangkan hati, bro. Dan gak disangka-sangka, itu adalah lagu terakhirnyaL yaaaah sedih deh, masih kurang, Bang! Gue bertekad (?) suatu saat ketika ia dateng ke Malang lagi, gue pasti ngeliat! :D



     Trus, si Endah & Rhesa masuk. Dan gue samasekali nggak tertarik-_- gue dengerin satu lagu, dua lagu. Lumayan juga nih ternyata._. Di lagu keduanya, senarnya mbak Endah putus. Then, one of her staffs brought her a new string and guess what? Dia pasang di panggung! Sambil berdiri! Sambil diiringin bassnya mas Rhesa! Sambil nyanyi! Dan nyanyinya ngikutin scale bass nya mas Rhesa! Dan dia gak miss satu beat pun! *gaksantai. Pertama kalinya aku nglihat atraksi kayak gini deh, seseorang bisa nyanyi ngikutin nada alat musik (yang dimainin sama orang lain) secara spontan. Setelah selesai dipasang senarnya, dia lanjutin nyanyi. They were bloody awesome. Wicked! Apalagi, mbak Endah ini bisa nyanyi bikin lirik spontan sambil ngehip-hop gitu coy. Serius mereka talented banget. Skill gitar mbak Endah bikin gue merasa cupu banget dan gakngerti cara megang gitar itu gimana-_- Kepekaan nadanya juara, no kidding. Di sela-sela pergantian lagu, mereka sering melakukan adegan-adegan suami istri yang bikin iri para jomblo hahaha. Mereka colek-colek, benahin rambut pasangan, panggil-panggil sayang. Dan di akhir konser, mereka berdua bareng-bareng main satu gitar, which means mbak Endahnya sambil dipeluk dari belakang. Dan mereka bermain gitar sambil berputar. I mean, literally berputar gitu._. Gue tepuk tangan keras banget di akhir konser.



     Gue mulai suka sama Endah & Rhesa. Gue gak nyesel dateng ke Heteromoni dan ngelihat Adhitia serta Endah & Rhesa. Suatu saat kalo mereka balik ke Malang, gue harus lihat!

     That’s all for this post. Thanks for reading. Kalo mau dengerin lagu-lagunya Adhitia Sofyan, coba dateng ke adhitiasofyan.wordpress.com. Disitu dia ngeshare semua albumnya secara gratis. Atau buat yang suka main Soundcloud, bisa follow dia di soundcloud.com/adhitiasofyan. Dijamin gakbakal nyesel. See you later!


Monday, 25 August 2014

Stories on July (Part 4-end) : Farewell

     31 Juli : Farewell
     This post is dedicated to my 2 bestfriends. They are going to live in USA for 11 months, for they are the participants of YES scholarship program (read here to know more about YES).

1. Irsyad Hadi Prasetyo
     Akhir akhir ini gue baru tau kalo Irsyad ini ternyata cowok(?) hehehe. Pertama kenal sejak ada Family Gathering dari AFS. First impression gue tentang Irsyad adalah……….dia sombong-_- Soalnya pas Family Gathering, doi nempel mulu ama orang tuanya. Tapi, setelah kami kenal lebih lanjut (baca: PDKT), ternyata dia orangnya supel banget! Ramah, murah senyum, enak diajak ngomong, tapi sayangnya doi kurang cakep hehehe. Salah satu cowok cerewet yang pernah gue kenal seumur hidup-_- kalo ngomong sama Irsyad, kudu siap siap banyak tissue, soalnya wajah lo bakal kena air liurnya yang muncrat-muncrat. Iya, dia semangat banget kalo ngomong ._.v Irsyad juga suka bertualang ke luar kota. Gue pernah diajak ke Blitar, ke Yogya, dll. Dia orangnya jujur dan tipe orang yang kamu bisa percayai serta diandalkan. Irsyad ini tertarik sama yang namanya postcrossing dan hal-hal yang berkaitan sama luar negeri. Doi cocok banget berteman ama gue soalnya sama sama suka makan, bercandanya juga garing hehehe. Ini nih penampakannya :


 2. Ika Rizky Fauziah
     Nah, kalo yang ini cocok banget kalo nikah sama Irsyad, soalnya cerewet hahaha. Tipe orang yang kecil kecil cabe rawit. Banyak ikut organisasi gitu dan semangat dalam melakukan hal-hal baru*ceilah. Punya passion yang tinggi dalam bernyanyi, secara dia adalah penyanyi café. Ika ini sering bayarin gue makan hehehe. Kalo ngakak kayak sinetron-sinetron di Indosiar : gak ada habis habisnya. Cewek Blitar ini adalah cewek pemberani, kemana mana sendirian. Padahal gue ke kamar mandi aja biasanya minta temenin hehe. Konon, dia adalah jomblo. Oh iya, one last thing : She is 4L4Y.


     Have a blast year in USA guys! Semoga kalian bisa menjaga nama baik Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada dunia. I will miss y’all!


“Sesungguhnya pertemuan merupakan awal mula dari perpisahan dan perpisahan merupakan awal dari keindahan dalam pertemuan berikutnya”

Wednesday, 6 August 2014

Stories on July (Part 3) : I Am 16 and I Am a Colleger

     16 & 18 Juli : I Am 16 and I Am a Colleger
     Juli tahun ini memang penuh rasa. Rasa senang, rasa sedih, campur aduk jadi satu. Ya seperti inilah hidup yang diciptakan Tuhan : indah. Hari ini, bisa saja hidup kita terasa senang, seakan-akan sedih nggak akan datang. Tapi ternyata besok, tiba-tiba hidup bisa terasa susah seakan-akan yang namanya harapan dan mimpi hanyalah bualan Mario Teguh. Tapi, itulah yang harus disyukuri dari hidup kita. Karena kita nggak akan pernah tau senang itu apa jika kita nggak pernah merasa sedih.

     Setelah gue gagal dalam mendapat beasiswa AFS (baca ceritanya disini), gue mencoba untuk bangkit lagi. Kembali menjadi pribadi yang penuh dengan motivasi. Iya, kembali memercayai bahwa Tuhan memiliki keajaiban-keajaiban lain. Gue ingin kembali fokus kepada kelanjutan studi gue. Hehehe, saking sedihnya, gue sampe lupa kalo gue juga gagal SNMPTN undangan-_- Mau nggak mau, gue ikut SBMPTN, tes mandiri, dan cari-cari universitas lain yang sekiranya mau nerima segala kekurangan dan kelebihan gue (ini cari sekolah apa cari jodoh?).

     Hidup emang penuh perjuangan. SBMPTN udah gue ikutin bulan Juni lalu. Waktu itu kesehatan gue agak kurang fit. Jadi, ngerjain soal pun kerasa nggak serius dan bawaannya pingin tidur mulu. Gue juga udah ikut tes Mandiri di Universitas Negeri Jember sepulang dari Yogyakarta, yang mengharuskan gue untuk bolak-balik Malang-Yogyakarta, Malang-Jember dalam waktu dekat. By the way, kenapa Jember? Karena Jember itu kota kelahiran gue, dan kedua orangtua gue adalah lulusan UNEJ dengan jurusan yang sama dengan jurusan tujuan gue.

     Hasil SBMPTN diumumkan pada tanggal 16 Juli 2014 pukul 16.00. Gue udah pesimis banget, soalnya cuma belajar gaksampe 3 hari *nangis. Itupun pake buku pinjeman hehehe. Dan soal SBMPTN itu katanya sih 3 kali lebih sulit dari UNAS (IMHO, sebenernya lebih sulit UNAS. Gue percaya itu cuma akal-akalan penyelenggara SBMPTN biar pesertanya pada belajar hehe). Waktu itu gue pulang dari EMC habis beli senar baru. Yay! Dan langsung ngacir ke warnet deket rumah. Langsung gue buka website pengumumannya sambil komat kamit baca basmalah. Tangan gue gemeter. Bukan karena gugup, tapi waktu itu anginnya kenceng  banget-_- Hehehe. Gue gakpingin sedih lagi gara-gara dapet pengumuman bahwa gue gak lolos ujian SBMPTN.  Akhirnya, dengan jantung yang berdegup kencang, ane buka websitenya gan! 1….2….3…….JRENG!

     Servernya sibuk. YEP. SERVERNYA SIBUK *kunyahkeyboard

     Setelah percobaan gue yang ketiga, akhirnya gue bisa login coy. Dan gambar inilah yang gue dapet :



God is good J

Saturday, 2 August 2014

Stories on July (Part 2) : Bad Hair Day

      3 & 4 Juli 2014 : Bad Hair Day
     Hai! Di postingan sebelumnya, gue udah nyeritain gimana bahagianya gue short-trip ke Yogyakarta. Nah, gue pulang ke Malang tanggal 2 Juli 2014. Iya, cepet banget emang. Kenapa? Karena tanggal 3, gue mau ketemuan sama seorang anak Chapter Jakarta. Dia adalah seorang kandidat nasional YES yang bakal berangkat ke USA juga tanggal 11 Agustus 2014 nanti. Namanya Hasnaa Naila, dipanggil Naya (gue juga gakngerti darimana nama “Naya” berasal, coy). Dia ini cewek yang suka ngakak, kalo ngetik di media sosial cepet banget dan sering pake capslock-_- ngomongnya juga nyerocos, postur tubuhnya seksi banget—mirip Doraemon—dan bukan tipe cewek yang suka make up (YEAH!). Dia sedang menjalankan program diet biar gak mirip Doraemon lagi. Naya ini suka banget sama karangan R.L Stine sejak kecil, makanya wajahnya agak-agak horor wkwk ._.v

     Sesampainya gue di Malang tanggal 3 Juli 2014 jam 07.00, gue langsung tepar biar nantinya bisa seger pas ketemu Naya. Kami janjian jam 11 buat ketemu di rumah gue. Sekali lagi, gue kenal sama Naya cuma di chat, dan ini pertama kalinya kami bertatap muka. Kali ini, gue yang molor soalnya belom mandi-_- Akhirnya gue mandi, dengan memakan waktu hanya sekitar 5 menit, padahal biasanya bisa sejam._. Dan berangkatlah gue ke Malang Town Square. Cus!!!


     Gue parkir motor di INBIS UB soalnya kelupaan bawa STNK. Kedua helmnya kami taruh di atas spion soalnya sama tukang parkirnya udah terjamin aman (gue kalo sekolah, parkirnya di INBIS). Nah, sampai di Matos, sambil nunggu Irsyad dan Ika (Kandidat Nasional Chapter Malang) yang bakal dateng juga, kami duduk di foodcourt. Eh jangan salah coy! Gue gak makan disana, cuma numpang duduk hehehe. Disana gue curhat sama Naya bahwa gue sedih banget belom dapet placement. Dia sebagai temen yang baik pun ngasih saran buat tanya ke kakak chapter dan dia juga nyemangatin gue dengan ngomong tentang adanya Law of Attraction-_- gue  udah mau nangis saking sedihnya belom dapet placement. Tapi kesedihan gue terpaksa tertunda karena Irsyad dan Ika dateng. Biar nggak gabut pas ngabuburit, kami berempat memutuskan buat nonton “Transformers: Age of Extinction” di 21 Matos.

Okay, setelah gue ngantuk-ngantuk nglihat Transformers (karena filmnya kelamaan), kami memutuskan untuk cari makan buat berbuka di Pangsit Mie Bromo yang melegenda banget rasanya. Sambil nunggu berbuka, mereka ngomong-ngomong masalah placement, Orientasi Nasional, hostfamily, dan program YES. Gue gakikut ngomong soalnya nggakngerti apa-apa masalah begituan, secara gue belum dapet placement hehehe *ketawagaring. Habis buka, kami ke Matahari soalnya si Ika mau nyari gembok TSA buat kopernya ke USA nanti. Dan sekali lagi gue gakngerti apa-apa tentang apa yang mereka bicarain pas beli koper. Soalnya mereka ngomong tentang placement dan hostfamily (lagi)-_- Hari itu gue jadi manusia tergaring di dunia, bro. Akhirnya, proses transaksi gembok pun selesai, gue lega karena akhirnya gue bisa ikut ngomong. Kami beranjak ke Gramedia karena Irsyad mau beli kartu pos buat keperluan postcrossingnya dia. And once again, mereka ngomong masalah placement dan YES. OH SHOOT! Gue diem lagi deh. Garink pake k-_-

     Nggak terasa waktu uduh nunjukin pukul 20.20, Naya pun pamit pulang. Dia bakal dijemput sama pakdenya di depan MX. Jadi, kita nunggu di MX sambil duduk-duduk soalnya capek seharian jalan mulu. DAN SEKALI LAGI MEREKA NGOMONG MASALAH PLACEMENT CUY. KRIK. Sampe akhirnya Naya pulang. 

                                             
                                              Doraemon

     Penderitaan gak sampe situ doang, soalnya, ketika gue ke INBIS buat ngambil motor, gue nglihat udah gaada yang jaga dan pagernya udah ditutup. Hanya ada 2 motor yang tersisa (Motor gue dan punya orang lain). Dan gue nggak ngelihat helm gue disana. ANJROT. Gue panik dan langsung tanya ke ibu-ibu jual nasgor di sebelah INBIS. Ibu itu nggakngerti apa apa soalnya baru dateng. Lanjut gue tanya ke bapak-bapak jualan kacang. Bapak ini juga nggakngerti. Akhirnya gue mencoba buat pasrahin kedua helm gue kepada Yang Maha Esa(?). Gue naikin motor dan gue hidupin mesinnya. Baru jalan 3 meter, ada yang terasa aneh: berat banget. Lah kenapa lagi sih motor ini?-_- gue cek bannya dan berharap nggak kempes. Sreeeeet! Dan ternyata kempes beneran-________- Untung di deket sana ada tukang tambal ban. Sambil nunggu ban gue dipompa, gue berharap dan berkhayal bakal ada surat placement menunggu gue didepan rumah. Gue bayangin betapa senengnya gue kalo dapet kabar baik di akhir hari ini setelah beberapa kali dapet sial.

     Akhirnya, gue sampe di rumah jam 21.30. Dan pas mau buka pager, gue ngelihat ada kertas diselempitin di gembok rumah. Gue buka kertas itu. Bukan, surat itu bukan dari Pak Prabowo yang lagi kampanye. Gue ngelihat nama agensi jasa pengiriman di bagian atas kertas itu: JNE. Iyap, JNE. Gue tegang. Gue lihat di bawahnya ada tulisan kayak gini: “Kepada : Sdr. Mohammad Gabriell Erfan”. Gue gemeter. Dibawahnya lagi ada tulisan kayak gini: “Sekitar pukul 18.30 malam ini kami mengantarkan surat kepada Anda. Namun surat tidak dapat Anda terima dikarenakan rumah Anda tutup. Maka kami harap Anda untuk mengambil kiriman di alamat kantor kami yang tertera pada kop surat ini”. Gue tau kiriman itu dari AFS karena cuma AFS yang nulis nama gue tanpa “Firdausy”. Gue pipis di celana. OH GOD! LAW OF ATTRACTION YANG NAYA BILANG KE GUE TADI SIANG BENERAN ADA. IT REALLY EXISTS. THANK YOU SO MUCH NAYA! Gue langsung lemes, tergeletak di depan rumah. Ini cerita nyata, coy. Waktu itu rasanya gue bener-bener lemes. Ini pengumuman yang gue tunggu-tunggu sejak lama. PENGUMUMAN PLACEMENT! Gue cuma bisa berdoa bahwa kiriman yang ada di kantor JNE itu menyatakan bahwa gue lolos dan dapet placement di Eropa. Dalam sekejap, perasaan bahwa itu adalah hari tersial gue langsung sirna.

------------------------------------------------------------------

     Besok malemnya gue cus ke alamat kantor JNE yang tertera di kop surat semalem. Tapi, gue harus nunggu sejam buat ngambil kiriman yang ditujukan buat gue karena masih harus diproses di gudang. Nnnngggggggggg agak lama emang. Tapi gue harus sabar, demi setahun lebih perjuangan gue, demi AFS, demi Eropa coy!


     Hingga akhirnya nama gue dipanggil. Tangan gue udah gemeter buat tandatangan tanda terima kiriman. Dan ternyata bener dugaan gue semalem, suratnya datang dari kantor AFS Jakarta! Deg, deg, deg. Langsung gue sobek plastik suratnya dengan brutal, dan gue lihat isinya yang ditulis jelas dengan font Times New Roman yang di-Bold. Then, I cried. I was blue.  

Stories on July (Part 1) : Dedicated to Chapter Yogyakarta

     Welcome August! Waktu terasa cepet banget, rasanya baru kemarin ngerayain tahun baru 2014. So many experiences, stories, happiness, and blues that I’ve passed in this half year. Sayangnya nggak bisa gue ceritain di blog. Bukan karena alasan privasi atau males buat nyeritain. Tapi karena pulsa modem belom diisi *elusdompet. Nah, berhubung uang THR udah cair nih bray, akhirnya bisa posting juga.

     Oke, kali ini, gue mau ceritain beberapa pengalaman yang gue alamin di bulan Juli 2014 lalu. Ceritanya akan gue bikin dalam beberapa postingan. Ada yang sedih, ada yang agak sedih, ada yang sedih banget (?) hehehe. Langsung aja, here it comes. Ini yang cerita seneng.

     1 Juli : Meetup with Yogyakarta National Candidates of AFS/YES 2014/2015 
     Awal bulan Juli, gue berlibur di sebuah kota tua di Indonesia yang indah nan berhati nyaman. Yap, Yogyakarta. Short-trip sih sebenernya. Soalnya cuma 3 hari disana. Hari pertama sampe, hari kedua istirahat, hari ketiga pulang hahaha. Seminggu sebelum kedatangan gue di Yogya, gue udah ngehubungin temen di Yogyakarta. Namanya Lativa Elba, dia kandidat nasional program full scholarship YES yang bakal berangkat ke USA tanggal 11 Agustus nanti. Ciyeee Elba :3 Maksud gue ngehubungin Elba adalah untuk meetup dengan temen-temen AFS chapter Yogya sekalian buka bersama. Dengan baik hati, Elba langsung ngeiyain dan arrange acaranya :’) Akhirnya sampailah pada hari yang ditunggu-tunggu. Kami janjian buat ketemu di Graha Sabha Pramana UGM bagian barat jam 4 sore. Namanya juga orang Indonesia, pasti telatan hehehe. Eh jangan salah sangka, bukan gue yang telat. Gue dateng jam 15.50 malah, saking semangatnya. Elba yang telat soalnya ketiduran-_- Dia dateng nebeng sama temennya yang juga kandidat chapter. Namanya Aisya Dewi. Dewi ini seorang pecinta kopi, hobinya nongkrong di klinik kopi. Dia tau segala macem jenis kopi. Mulai dari kopi Kapal Api sampe kopi saya bundar hehehe. Lanjut dateng Anindita Paramastri si anak Padmanaba. Trus Safirah Khairuna atau Pila anak SMA 8 Yogya pecinta TFIOS dan Stitch. And uummm, she is such a cutey:> Ada lagi Bagas sama Sony dari chapter Karawang sama Bogor yang juga lagi liburan di Yogyakarta. Mereka ini gay asik banget buat bercanda :D Dan terakhir, dateng yang namanya Kopong. Jujur, gue lupa nama aslinya-_- dia cowok sejati, nggak gay, backpacker, dan penggemar kopi sama kayak si Dewi. Sebenernya, ini pertama kalinya kami bertatap muka soalnya awal kenalan cuma dari grup chat kandidat nasional AFS/YES di LINE hehehe.

                           
      Dari kiri ke kanan : Elba, Bagas, Sony, gue, Astri, Pila, Dewi

     Kita duduk di lapangan depan GSP, ngomong-ngomong banyak banget, bercanda-bercanda, dan nggak lupa selfie yang banyak hehe. GSP juga lagi rame, banyak siswa UGM yang olahraga dan jualan takjil. Cuaca hari itu mendukung banget, cerah dan hangat. Padahal Yogya terkenal sama panasnya. Hingga akhirnya lambat laun matahari turun hingga batas cakrawala *ceilah. Kami memutuskan untuk buka di Kalimilk Jakal KM 5.2 which is deket banget sama UGM. Ini pertama kalinya gue ke Kalimilk, and I found that the place is very cozy. Disana banyak cerita lagi, nggosip, dan gojeg gak jelas gitu. Eits, nggak lupa selfie lagi dong hehehe. Waktu itu kayaknya yang paling rame se-Kalimilk adalah meja kami-_- Soalnya ada Bagas, Sony, sama Kopong yang jago bercanda=)) Akhirnya, waktu udah nunjukin jarumnya di angka 20.15, kami memutuskan buat pulang. Gue diajak sama Dewi dan Kopong buat mampir ke klinik kopi, tapi gue gak enak kalo pulang ke rumah tante kemaleman.  Sebelum pulang, cowok-cowoknya saling peluk (iya, agak homo emang) dan saling berdoa biar bisa ketemu di Orientasi Nasional. Transport pulangnya agak ribet soalnya si Bagas pingin naik becak, tapi takut kemahalan. Maklum lah, bapak-bapak tukang becak sering ngemahalin harga kalo penumpangnya pake logat luar Yogyakarta *nglantur. Gue sendiri pulang bareng si Pila karena rumahnya searah dengan tempat gue bermalam di Yogya. Sebenernya ini agak modus sih, soalnya pas udah sampe rumah, gue minta nomernya Pila hahahahaha. Hari itu adalah hari pertama sekaligus terakhir gue ketemu mereka sebelum mereka ke USA :’)




     Sampai di rumah, gue langsung ngerasa bahwa that was the best day of my life. Serius. Meskipun cuma jalan-jalan dan bercanda biasa, tapi gue udah seneng banget. Kenapa? Karena gue dapet temen baru. Gue akhirnya paham kenapa orang bilang “I will have my family and friends, over money and material things”. Di Yogyakarta kali ini gue menemukan keluarga dan kebahagiaan baru. Mereka ber-7 baru kenal sama gue tadi sore, tapi udah akrab banget. Mereka saling menyemangati dalam menunggu placement, klop banget kalo ngegosip, dan sama-sama hobi selfie. Nggakada yang namanya gap dan rasa canggung. Gue kenal gaksampe sebulan sama yang namanya Elba, itupun cuma dari chat. Dan ketika gue minta tolong buat arrange acara ketika gue di Yogya, dia mau. Temen-temen chapter Yogya juga mau mau aja dateng padahal mereka nggaktau gue itu siapa. Seketika, gue baru tau kalo itu yang bener-bener namanya temen baik :’) Nowaday, sulit banget buat cari temen yang bener-bener temen. Ketika kita udah ngasih kepercayaan sama seseorang, eh ternyata fake. Maka dari itu, jadikan orang yang bener-bener ikhlas membantu kalian --ketika kalian bukan atau belum jadi siapa-siapanya mereka-- sebagai your real friend. Yang nyenengin, nyemangatin, serta selalu ada dalam senang maupun sedih kita. Yeah, I found my new family!

     Meskipun post ini agak nglantur di bagian ending, akhir kata, thankyou so much chapter Yogyakarta, nice to meet y’all! Semoga bisa ketemu lagi nanti setelah kalian pulang dari USA, see you on top!


*NB : Buat kalian yang nggak ngerti apa itu AFS/YES, kandidat nasional, placement, lihat disini ya! *wink